Jumat, 31 Oktober 2008

Traditional Dance SMA Negeri 8 Tangerang


Ektrakurikuler tradisional dance sebenarnya sudah lama ada sejak SMAN 8 berdiri dan diresmikan oleh bapak walikota tangerang tahun 2003...pesertanya cukup banyak ada sekitar 40 orang lebih....tarian yang pertama diajarkan adalah tari ampar - ampar pisang dan cokek..pengajarnya adalah ibu allen veronica, SE...yang sudah menekuni tarian sejak beliau kecil sampai sekarang.....tahun 2006 ibu allen tidak lagi mengajar tari di SMAN 8 dikarenakan beliau mempunyai banyak pekerjaan dan juga menikah...sekarang beliau bergabung kembali bersama keluarga besar SMAN 8 tangerang dan mengajar seni budaya kelas X dan juga ekskul tari tentunya.......

Sekarang SMAN 8 Tangerang membuka kesempatan bagi siswa - siswinya untuk bergabung kembali aktif dalam ekskul tari daerah ini...adapun tarian yang akan diajarkan ada bermacam - macam, diantaranya saman, jaipong, betawi, cokek, piring, gending sriwijaya dll....latihan akan diadakan setiap hari kamis jam 14.30 - 15.30 WIB.....tempat di ruang kesenian SMAN 8 Tangerang.....bagi yang ingin mendaftar silahkan menghubungi Miss allen veronica guru seni budaya kelas X....

Selasa, 14 Oktober 2008

WAWASAN SENI

A. Pengertian Seni
1. Asal Mula Kata Seni
Secara istilah ( etimologi ) seni berasal dari kata sansekerta dan menurut I Gusti Bagus Sugriwa, sani yang artinya persembahan, pelayanan, dan pemberian. Kata ini berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang pada akhirnya di sebut kesenian, tetapi menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari bahasa Belanda, yaitu genie yang dalam bahasa latin disebut genius yang artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak lahir.
2. Definisi Seni
a. Seni sebagai Ketrampilan
Seni adalah suatu ketrampilan untuk membuat barang – barang atau mengerjakan sesuatu.
b. Seni sebagai Kegiatan Manusia
Ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain :
1) Leo Tolstoy
Seni adalah kegiatan manusia yang secara sadar dengan perantara tanda – tanda lahiriah tertentu menyampaikan perasaaan – perasaan yang telah dihayati kepada orang lain sehingga orang lain itu ikut merasakan perasaan – perasaan seperti yang ia alami.
2) Everyman Encyklopedia
Seni adalah segala sesuatu yang dilakukan orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan apa saja yang dilakukan semata – mata karena kehendak akan kemewahan, kenikmatan ataupun kebutuhan spiritual.
3) Achdiat Kartamihardja
Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sutu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani si penerima.
4) Thomas Munro
Seni adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek – efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya.
a. Seni sebagai Karya Seni
Pengertian ini menerangkan bahwa seni meliputi setiap benda yang dibuat manusia. Dalam hal ini benda itulah yang di sebut karya seni sedang dalam proses adalah sebuah kegiatan untuk melahirkan karya seni. Jadi dalam batasan seni karya seni itulah yang dinamakan seni.
b. Seni Sebagai Seni Indah
Dalam pengertian ini yang termasuk seni adalah suatu kegiatan yang menghasilkan karya indah. Seni indah ini juga di perkuat oleh pendapat Ki Hadjar Dewantara yang mengatakan bahwa, Seni adalah segala perbuatan yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.
Ada 2 Teori yang tentang keindahan, yaitu :
1) Teori Subyektif ( Keindahan terletak pada diri yang melihat )
a. Socrates
Keindahan adalah sebagian dari sesuatu yang menyenangkan dan memenuhi keinginan terakhir.
b. Emanuel Kant
Keindahan adalah yang menyenangkan tanpa pamrih dan tanpa adanya konsep – konsep tertentu.
c. Fiche
Keindahan bukan terletak pada objek, tetapi terletak dalam batin atau jiwa.
2) Teori Obyektif ( Keindahan terletak pada objek yang dilihat )
a. Santo Agustinus
Keindahan adalah kesatuan bentuk – bentuk.
b. Thomas Aquinas
Ada tiga syarat yang dikatakan indah, yaitu yang pertama adalah kesatuan, yang kedua adalah proporsi yang tepat atau harmonis, yang ketiga adalah adanya klaritas atau kejelasan.
c. Herbert Read
Keindahan adalah kesatuan bentuk – bentuk.

e. Seni sebagai Proses Kreasi
Dalam pengertian ini, seni adalah suatu produk yang dilahirkan karena adanya proses kreativitas. Proses ini lahir karena didorong untuk menemukan suatu idea tau gagasan yang sebelumnya belum ada atau belum berhubungan.

Senin, 13 Oktober 2008

Batik Pekalongan


Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.
Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.
Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.
Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.
Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.

Sehubungan dengan itu beberapa jenis motif batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. Motif itu, yaitu batik Jlamprang, diilhami dari Negeri India dan Arab. Lalu batik Encim dan Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Cina. Batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.
Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.
Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan

Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.

Perkembangan Batik di Indonesia

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing -masing.

Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.






















Minggu, 12 Oktober 2008

batik

Sejarah Batik Indonesia

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.